-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Belajar Kepemimpinan dari Tokoh Nasional: Siswa SMA Taruna Nusantara Wawancarai Menteri Perdagangan RI

Jumat, 02 Januari 2026 | 19:07 WIB Last Updated 2026-01-02T12:07:08Z


Realitanews.co.id | Jakarta, 29 Desember 2025 — Semangat belajar kepemimpinan dan wawasan kebangsaan kembali ditunjukkan oleh para siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang dalam sebuah kegiatan edukatif bernilai strategis di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Di antara siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah Raihan Arsyad Firdausy Asbari, putra daerah Kabupaten Tangerang sekaligus alumni SMP Bisnis Aya Sophia Islamic School, serta Gede Surya Wibawa, siswa Kelas X SMA Taruna Nusantara Kampus Malang.


Dalam suasana dialogis yang hangat namun sarat makna, para siswa berkesempatan mewawancarai Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Wawancara ini tidak sekadar menjadi ajang tanya jawab formal, tetapi berkembang menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, etos kerja, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan bangsa.


Menteri Perdagangan membuka dialog dengan pesan reflektif tentang makna tanggung jawab dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa setiap anak muda perlu melakukan yang terbaik, bahkan ketika berada pada bidang yang sebelumnya tidak menjadi pilihan utama. Menurutnya, integritas dan kualitas kerja justru diuji ketika seseorang mampu memberikan performa optimal dalam kondisi yang tidak ideal. Pesan ini menjadi pelajaran penting bagi para siswa Taruna Nusantara yang sedang ditempa dalam lingkungan disiplin dan kompetitif.


Lebih lanjut, Budi Santoso menekankan pentingnya fokus pada penyelesaian persoalan-persoalan mendasar di sekitar. Anak muda, ujarnya, sering kali terlalu sibuk “melihat ke atas”—membandingkan diri dengan capaian besar orang lain—tanpa terlebih dahulu menuntaskan tugas dan tanggung jawab yang ada di depan mata. Padahal, kepemimpinan nasional dibangun dari kemampuan menyelesaikan masalah kecil secara konsisten dan bertanggung jawab.


Dalam konteks pembelajaran, Menteri Perdagangan juga mendorong keberanian untuk mau belajar hal baru, meskipun tidak memiliki latar belakang pengetahuan sebelumnya. Dunia yang terus berubah menuntut generasi muda untuk adaptif, lincah, dan terbuka terhadap lintas disiplin ilmu. Sikap inilah yang, menurutnya, akan membedakan pemimpin masa depan dengan mereka yang tertinggal oleh perubahan.


Pesan lain yang disampaikan dengan tegas adalah larangan menunda pekerjaan dalam bentuk apa pun. Prokrastinasi, kata beliau, adalah musuh produktivitas dan profesionalisme. Anak muda harus membiasakan diri fokus pada proses penyelesaian, bukan sekadar perencanaan. Kebiasaan ini akan menjadi modal penting ketika kelak memasuki dunia kerja yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan ketangguhan mental.


Menutup sesi wawancara, Menteri Perdagangan memberikan motivasi tentang pentingnya semangat belajar dan ketahanan menghadapi fase-fase berat. Tantangan selama masa pendidikan, menurutnya, adalah simulasi awal dari dunia kerja yang jauh lebih kompleks. Mereka yang kalah oleh tantangan saat belajar akan menghadapi fase yang jauh lebih berat ketika terjun ke masyarakat dan dunia profesional.


Bagi Raihan Arsyad Firdausy Asbari, Gede Surya Wibawa, dan para siswa pelaksana kegiatan, wawancara ini menjadi pengalaman berharga yang memperluas perspektif mereka tentang kepemimpinan publik dan tanggung jawab kebangsaan. Kegiatan ini juga menegaskan peran SMA Taruna Nusantara sebagai institusi yang tidak hanya membentuk keunggulan akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, keberanian intelektual, dan kesiapan berkontribusi bagi Indonesia.


Melalui dialog langsung dengan pemimpin nasional, para siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan komitmen untuk terus belajar, menyelesaikan masalah, dan melayani bangsa dengan penuh integritas.(Red/Agi).