-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Gubernur Banten dan Bupati Tangerang Bersama 7 Raja Nusantara, Resmikan 3 Ikon Keislaman di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok

Jumat, 16 Januari 2026 | 11:59 WIB Last Updated 2026-01-16T04:59:52Z

 

Peresmian 3 Ikon Keislaman di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok


Editor : Tri Wahyudi, RealitaNews.co.id_
‎Jum'at, 16  Januari 2026.


KABUPATEN TANGERANG - Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi saksi bersejarah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istiqlaliyyah Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. 3 ikon keislaman kini telah diresmikan, yakni Masjid Kasepuhan Tangerang Raya, Menara Kasepuhan Tangerang Raya, dan Menara Kudus Majelis Al-Istiqlaliyyah  (16/01/2026).


Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, serta 7 Raja Nusantara dari berbagai wilayah di Indonesia, dan disaksikan jutaan jamaah yang memadati kawasan pesantren yang diasuh oleh KH. Totoh Tohawi Romli.


Usai peresmian, seluruh tamu kehormatan dan jamaah mengikuti rangkaian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa agung yang menjadi pengingat perjalanan spiritual Rasulullah SAW sekaligus peneguh nilai keimanan dan persatuan umat.


7 Raja Nusantara yang hadiri dalam peresmian tersebut menjadi simbol persatuan antar lintas wilayah serta budaya. Mereka adalah : 


(1) PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 Kepaksian Pernong Lampung (Perwakilan Sumatera)


(2) PYM H.R.I. Lukman Soemadisoeria, Sri Radya Karaton Sumedang Larang (Perwakilan Jawa Barat)


(3) PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun, Sultan Gunung Tabur, Kesultanan Gunung Tabur Kalimantan Timur (Perwakilan Kalimantan)


(4) PYM Pangeran Handi Raja Kaprabon, S.E., M.M., Sultan Keprabonan ke-XI Keraton Keprabonan Cirebon (Perwakilan Jawa)


(5) PYM Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat, S.E., Sultan Kacirebonan IX Keraton Kacirebonan (Perwakilan Jawa)


(6) PYM Ir. H. La Ode Muhammad Sjamsul Qamar, M.T., IPU, Sultan Buton XLI Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara (Perwakilan Sulawesi)


(7) PYM Hidayatullah Sjah II, S.I.P., M.A.P., Sultan Ternate (Perwakilan Maluku dan Papua)


Dalam sambutannya Bupati Tangerang Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa peresmian 3 ikon keislaman tersebut  bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga ikhtiar spiritual untuk menuntun umat menuju kebaikan dan kemuliaan, "tegasnya


“Di bawah cahaya peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kita tidak hanya mengenang perjalanan agung Rasulullah, tetapi juga meneguhkan niat bersama untuk menghadirkan ruang-ruang ibadah yang menuntun umat menuju nilai-nilai ilahiah,” ujarnya.


"Saya berharap masjid dan menara yang diresmikan hari ini dapat menjadi rumah suci tempat sujud, ruang persaudaraan, serta mercusuar nilai keimanan dan peradaban Islam.


“Dari masjid ini semoga lahir doa - doa yang menyejukkan, nasehat yang menuntun, serta langkah - langkah kebajikan bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.


"Insya Allah, masjid ini menjadi tempat wasilah kemakmuran, peneguh adab, serta penguat persatuan umat di Kabupaten Tangerang," tuturnya.


Dan semoga Allah SWT menjadikannya pusat ibadah, pusat dakwah, dan pusat pembinaan umat, serta menghantarkan Kabupaten Tangerang menjadi daerah yang sejahtera dan diridhoi,” tuturnya.


Senada dengan Bupati, Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan bahwa masjid memiliki peran sentral sebagai titik awal peradaban Islam.


“Masjid adalah pusat pembinaan umat dan penguatan akhlak. Dengan diresmikannya Masjid Kasepuhan Tangerang Raya, saya berharap peradaban Islam terus tumbuh dan berkembang, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga ukhuwah Islamiyah dan persatuan.


“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang senantiasa menjaga kebersamaan, memperkuat keimanan, dan merawat persatuan di Provinsi Banten,” pungkasnya.


Sementara itu, perwakilan Raja Nusantara dari Lampung, PYM Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, mengungkapkan bahwa kehadiran 7 orang Raja Nusantara di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok, merupakan penunaian amanah sejarah yang telah diwariskan secara turun temurun, "ungkapnya


Kita ketahui bersama bahwa Kasepuhan Cilongok di masa lalu pernah menyampaikan pesan bahwa kelak di pesantren ini akan berdiri sebuah masjid megah dan dihadiri para Raja - Raja Nusantara," terangnya


“Dulu, kata Abah Entoh, kakek beliau pernah menyampaikan bahwa suatu hari di pesantren ini akan berdiri masjid dan akan datang para raja - raja Nusantara. Hari ini, kami hadir disini untuk mewujudkan pesan sejarah beliau tersebut,” ucapnya.


Sebagai simbol peresmian dan penguatan nilai sejarah,para Raja Nusantara yang hadir turut serta menandatangani prasasti peresmian 3 ikon keislaman di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok tersebut.


Peresmian ini pun menjadi penanda bahwa pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan Islam, tetapi juga simpul persatuan umat, budaya, dan peradaban Nusantara yang berakar pada nilai-nilai keislaman



(Red/Yanto)