![]() |
| Meninjau wilayah terdampak banjir di Kampung Bojong Rt.001/001 Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek |
Rabu, 14 Januari 2026.
KABUPATEN TANGERANG - Bupati Tangerang Drs H. Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada A.,SH, SIK, MM, MSi, serta jajaran Forkopimcam Kresek, meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kampung Bojong Rt.001/001 Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek (14/01/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tangerang yang didampingi Kapolresta Tangerang,, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPBD, Camat Kresek, serta unsur TNI dan perwakilan Dinas Sosial memastikan bahwa penangan dan bantuan untuk warga terdampak harus segera dilakukan
"Kami bersama Kapolresta Tangerang, Kepala OPD, Camat Kresek dan perwakilan dari Kemensos, hadir bersama dan memastikan penanganan segera kami lakukan dan bantuan logistik kepada warga terdampak bisa segera disalurkan," ungkap Maesyal Rasyid
Bupati Tangerang bersama rombongan menyusuri lokasi banjir dan berdialog langsung dengan warga. Pihaknya berkomitmen bersama - sama TNI, Polri dan Kemensos akan segera merumuskan upaya penanganan banjir secara bertahap, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
"Kami datang langsung ke Kampung Bohong Rt. 001/001 bersama Pak Kapolres, Kepala Dinas, Pak Camat, dan bertemu langsung dengan warga. Kami sudah melihat kondisi di lapangan dan merumuskan upaya - upaya yang akan segera kita lakukan bersama,” ujarnya
Dirinya menjelaskan bahwa berdasarkan data dan laporan sementara teman - teman Media, jumlah warga terdampak banjir sebanyak 144 Kepala Keluarga (KK) dan 132 (Rumah). Sedangkan untuk ketinggian air di antara 20 hingga 80 sentimeter,"jelasnya.
"Soal penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar mereka tidak kesulitan mendapatkannya,"ucap Bupati Tangerang
“Untuk jangka pendek, Pemda memberikan bantuan logistik. Selain itu, besok akan kita lakukan survei lanjutan dan merapatkan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi teknis, termasuk membahas ke mana air ini bisa dialirkan agar dapat dibuang ke laut,” jelasnya.
Karena banjir yang terjadi di Kecamatan Kresek, akibat curah hujan yang tinggi selama 2 hari terakhir sehingga menyebabkan volume air di Kali Cidurian meningkat. Luapan air kali Cidurian ini dan kondisi tanggul yang jebol mengakibatkan air meluap ke permukiman warga dan terputusnya akses jalan Desa," tuturnya.
Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menurunkan tim dari Dinas Kesehatan beserta tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak banjir di seluruh Kecamatan Kresek.
“Hari ini juga Dinas Kesehatan bersama para dokter hadir untuk melakukan cek kesehatan masyarakat, di samping penyaluran bantuan logistik sebagai langkah penanganan awal,” tambahnya.
Pihaknya berharap dengan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor akan dapat segera ditemukan solusi terbaik, konkret dan berkelanjutan demi kepentingan dan keselamatan masyarakat Kecamatan Kresek, khususnya di Kampung Bojong - Pandalakan, Desa Pasir Ampo,"pungkasnya
(Red/Yanto)

