-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Gubernur Andra Soni Dorong Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan demi Pemerataan Ekonomi

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:33 WIB Last Updated 2026-01-28T13:33:44Z

 

Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan Stasiun Jatake bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kecamatan Pagedangan

Editor : Tri Wahyudi, RealitaNews.co.id_
‎Rabu, 28 Januari 2026.


TANGERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur perkeretaapian merupakan kunci utama dalam membuka wilayah pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten. Hal ini disampaikannya saat meresmikan Stasiun Jatake bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/1/2026).

Andra Soni menilai kehadiran Stasiun Jatake tidak hanya memperkuat konektivitas regional, tetapi juga meningkatkan daya saing kawasan Tangerang sebagai aglomerasi berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Kereta Api sebagai Simpul Pertumbuhan 

Dalam sambutannya, Andra Soni mengenang keberhasilan pembangunan jalur ganda (double track) berbasis listrik di Banten lebih dari satu dekade lalu yang terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

"Hari ini salah satu stasiun kembali diresmikan, yakni Stasiun Jatake. Semua stasiun itu sekarang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan perkeretaapian mampu membuka wilayah pertumbuhan baru dan mendorong pemerataan ekonomi," ujar Andra Soni.

Usulan Reaktivasi Jalur Banten Selatan

Tidak hanya fokus pada wilayah Utara, Gubernur Andra Soni secara khusus meminta dukungan Kementerian Perhubungan untuk melakukan reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang-Saketi-Labuan.

Langkah ini dinilai krusial agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di wilayah Utara Banten, tetapi juga menjangkau wilayah Selatan. Selain itu, reaktivasi jalur ini akan mempermudah akses ke kawasan wisata unggulan seperti Tanjung Lesung dan Carita.

"Kami mohon dukungan dari Kementerian Perhubungan, Ditjen Perkeretaapian, PT KAI, dan pihak swasta. Reaktivasi ini sangat dinantikan masyarakat agar akses menuju kawasan wisata bisa lebih murah dan mudah dijangkau," tambahnya.

Kolaborasi Strategis Tanpa Dana APBN

Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi mengungkapkan apresiasinya atas terwujudnya Stasiun Jatake yang dibangun melalui skema kolaborasi bersama pihak swasta, dalam hal ini Sinar Mas Land, tanpa menggunakan dana APBN.

"Stasiun Jatake hadir sebagai siklus baru dalam jaringan perkeretaapian perkotaan. Pembangunannya mencerminkan kebijakan transportasi yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan," jelas Menhub Dudy.

Fasilitas Stasiun Jatake:

Luas Bangunan: Sekitar 3.000 meter persegi.

Kapasitas Layanan: Hingga 2.014 penumpang per hari.

Lokasi Strategis: Menjawab kebutuhan mobilitas warga di kawasan BSD City dan sekitarnya.

Menhub berharap dengan fasilitas yang memadai, masyarakat semakin termotivasi untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih teratur dan terjangkau.



(Asep Ikhsan Taufik)