-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Penanganan Sampah Pasar Ceplak, UPT DLHK Wilayah 1 Cuma "Lip Service"

Rabu, 08 April 2026 | 13:48 WIB Last Updated 2026-04-08T06:48:56Z

 


RealitaNews.co.id_ | KABUPATEN TANGERANG - Terdengar miris dan lucu, "No Viral, No Action", tumpukan sampah yang sempat menggunung di bahu jalan Raya Pasar Ceplak Kecamatan Sukamulya, benar - benar menjadi sebuah catatan dan potret buram penanganan kebersihan di wilayah tersebut.


Karena beberapa hari lalu, tak hanya memicu protes keras sejumlah warga juga para tokoh masyarakat setempat, karena aroma bau busuk, lalat, dan belatung akibat sistem pengangkutan sampah yang amburadul. 


Namun Awak media kembali menemukan fakta baru di lapangan yang ternyata membuat para petugas lapangan UPTD Wilayah 1 DLHK juga ikut mengeluh, bahkan mereka secara terang - terangan meminta membongkar adanya kesengajaan dugaan permainan anggaran pada operasional alat berat (red.Beko) 


Pantauan di lokasi hingga Rabu (8/4), sampah yang baru diangkut karena sempat Viral, terkesan hanya “Lip Service” atau upaya mengugurkan kewajiban, karena dilakukan setelah mendapat tekanan publik. Dan faktanya juga benar berbeda, untuk armada truk pengangkut yang beroperasi terlihat dari pihak Kecamatan, bukan armada utama milik DLHK UPTD Wilayah 1 yang katanya sigap.


Oleh sebab itu, Ahmad Suhud selaku Direktur Eksekutif Lembaga BP2A2N Banten, dalam waktu dekat akan segera melayangkan surat secara resmi terkait berbagai temuan fakta lapangan juga peruntukan anggaran bahan bakar untuk kendaraan Beko Pengangkut yang selama ini tak pernah diperbantukan dilapangan," ujarnya


"Saya pastikan akan segera membongkar fakta di lapangan terkait para oknum - oknum UPTD DLHK Wilayah 1 yang telah berlaku curang, sehingga alat berat atau Beko milik UPT DLHK jarang dioperasikan untuk mengangkut sampah, namun anggaran bahan bakarnya tetap jalan terus. 


“Beko itu anggaran BBM-nya cair terus, tapi kok enggak pernah bekerja, wajar jika tumpukan sampah terjadi setiap hari, terutama saat libur lebaran kemarin. 


Terakhir Suhud, juga menyinggung soal lambatnya penanganan sampah di Kabupaten Tangerang dibandingkan era DKI Jakarta saat dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


Kondisi memilukan ini jelas memancing komentar tajam dari berbagai pihak, belum lagi diperparah dengan kinerja alat berat yang nihil.


“Kalau di Jakarta Zaman Ahok, pasti habis ini Kepala Dinas-nya, lalu bagaimana para petugas pengangkut sampah (red.Pesapon) tidak mengeluh orang Beko-nya aja enggak pernah dioperasikan, cuma BBM-nya aja lancar,” pungkasnya


Hingga berita ini diturunkan, DLHK Kabupaten Tangerang belum memberikan klarifikasi secara resmi terkait penanganan sampah saat ini. 



(Red/Yanto)