![]() |
Selasa, 16 Desember 2025.
KABUPATEN TANGERANG - Sebanyak 60 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari 9 desa Kecamatan Gunung Kaler resmi melakukan langkah positif dan patut dijadikan contoh dengan "Graduasi Mandiri"
Graduasi Mandiri adalah sebuah langkah sukarela dari warga yang merasa dirinya sudah lebih mampu untuk tidak lagi layak menerima bantuan sosial pemerintah seperti program BPNT dan PKH.
Ini menunjukkan tumbuhnya rasa kesadaran dan kemandirian warga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Keputusan tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang dijalankan di wilayah Kecamatan Gunung kaler berjalan dengan baik.(16/12/2025)
Dalam keterangannya Suryana selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) Program Keluarga Harapan Kecamatan Gunung Kaler, menjelaskan, Adanya Puluhan KPM yang secara sadar mundur dari kepesertaan sebagai penerima Bansos PKH ini cukup menjadi bukti bahwa saat ini tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi,"jelasnya
Dirinya dan para pendamping SDM PKH Kecamatan Gunung Kaler terus rutin mengedukasi para KPM agar memahami aturan yang telah ditetapkan. "Artinya mereka sadar jika melakukan Graduasi mandiri karena memang kepesertaan di Bansos PKH tersebut sudah lebih dari 5 tahun dan ekonominya juga sudah meningkat," terangnya
“Dari 2 hal tersebut para KPM ini mau mengundurkan diri secara mandiri dan sukarela karena merasa sudah lama sebagai penerima dan sudah tidak layak lagi menerima bansos PKH.
"Kami SDM PKH akan terus mengedukasi para KPM yang memang sudah tidak layak lagi menerima Bansos tersebut, agar mundur dengan secara sukarela dari kepesertaan sebagai penerima
"Saya juga berharap para KPM yang memang sudah tidak layak menerima atau dari segi ekonominya sudah meningkat agar mau mundur secara mandiri serta memberi kesempatan masyarakat yang lain yang lebih layak menerima bansos atau ekonomi rendah bisa masuk kedalam katagori kepesertaan bansos baik itu PKH maupun BPNT, “kata Suryana.
“Ini sebuah contoh bagus tentang kejujuran, integritas, dan rasa tanggung jawab sosial. Mereka menunjukkan bahwa bantuan Negara harus diterima oleh yang benar-benar membutuhkan. Kami bangga dan sangat mengapresiasi keberanian serta niat baik mereka,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu penerima yang melakukan Graduasi mandiri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah atas bantuannya selama ini.
” Kami sangat berterima kasih karena selama ini beberapa tahun terakhir sudah mendapatkan bantuan PKH. Karena bantuan dulu sangat membantu keluarga kami. Sekarang kondisi ekonomi kami sudah mulai membaik, makanya Saya beserta dengan 59 teman lainnya memilih untuk Graduasi agar bergantian dengan warga masyarakat lain yang lebih membutuhkan,“ ungkapnya
"Kami semua disini sadar dan memahami, bahwa disekeliling kita ini masih ada masyarakat yang lebih membutuhkan. Dan kami paham, " Ini murni niat dan inisiatif kami semua, tanpa ada unsur paksaan atau intimidasi dari pihak mana pun,"jelasnya
Diakhir Suryana selaku Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Gunung Kaler dan kawan - kawan Pendamping atau SDM PKH menyampaikan apresiasi setinggi - tingginya kepada para keluarga yang telah dengan rela, tulus keluar dari program tersebut.
Langkah inspiratif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi peserta lainnya, bahwa kesuksesan program sosial bukan hanya dilihat dari jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi dari beberapa banyak keluarga yang berhasil bangkit dan mandiri.
Dirinya juga berharap, tren positif ini terus berlanjut, seiring meningkatnya ekonomi warga melalui program pemberdayaan Desa - desa di Kecamatan Gunung Kaler.
Sesuai Jargon Kemensos, "BANSOS SEMENTARA, BERDAYA SELAMANYA dan Kecamatan Gunung Kaler POPULER," pungkasnya
(Red/Yanto)
