-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Tiga Hari Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Ciruas Kecewa Tak Ada Perhatian dari Pemerintah

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:30 WIB Last Updated 2026-01-15T14:30:22Z


Rumah Sri Rahayu yang roboh akibat cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi dan angin kencang


Editor : Tri Wahyudi, RealitaNews.co.id_
‎Kamis, 15  Januari 2026.


Serang – Nasib malang menimpa Sri Rahayu, warga Kampung Cembeh, RT 02/RW 01, Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Rumah tinggalnya roboh akibat cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Namun, hingga kini bantuan maupun perhatian dari pemerintah setempat tak kunjung datang.


Peristiwa robohnya rumah Sri Rahayu terjadi sejak tiga hari yang lalu. Kondisi bangunan yang terdampak cuaca buruk membuat tempat tinggalnya kini tak lagi bisa dihuni dengan layak. Ironisnya, di tengah kondisi sulit tersebut, Sri mengaku belum ada satu pun pihak dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ciruas maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang turun ke lapangan untuk meninjau atau memberikan bantuan.


Saat ditemui warga sekitar, Sri Rahayu mengungkapkan rasa kecewanya atas lambatnya respons dari pihak berwenang. "Sudah tiga hari rumah saya runtuh diterpa hujan dan angin kencang, tapi sampai saat ini belum ada perhatian sama sekali. Baik dari desa maupun kabupaten, belum ada yang datang melihat," ujar Sri dengan nada sedih.


Sri Rahayu kini hanya bisa berharap adanya kepedulian dari para pemangku kebijakan. Sebagai warga yang sedang tertimpa musibah bencana alam, ia sangat membutuhkan uluran tangan untuk memperbaiki tempat tinggalnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak korban masih menunggu itikad baik dan tindakan nyata dari instansi terkait, seperti BPBD Kabupaten Serang maupun Dinas Sosial, agar segera menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak bencana.

Masyarakat sekitar juga berharap agar pemerintah tidak menutup mata terhadap musibah yang menimpa warga kecil, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih belum menentu.



(Red)