-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Anak SD di Nusa Tenggara Timur Nekat Gantung Diri, Karena Kemiskinan Hingga Tak Mampu Beli Buku Serta Pensil

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:32 WIB Last Updated 2026-02-05T02:32:47Z

 


Editor : Tri Wahyudi, RealitaNews.co.id_
‎Kamis, 5 Februari 2026.


NUSA TENGGARA TIMUR - Miris seorang Siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berinisial YBS, mengakhiri hidupnya sendiri di sebuah pohon cengkeh. 


Sebelumnya anak berusia 10 tahun itu meninggal dunia, ia sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tak mempunyai uang, sang bunda tak bisa memenuhinya.


Peristiwa ini sontak menyisakan luka batin yang luar biasa bagi keluarga dan warga tempat tinggalnya, Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, NTT.


Menurut keterangan Bernardus H Tage, Camat Jerebuu, mengatakan, berdasarkan pengakuan para tetangga, YBS adalah anak baik, jarang terlihat sedih, dan juga rajin belajar meski secara perekonomian sangat kekurangan.


Sehari sebelumnya, YBS tersebut menginap di rumah ibunya. Saat itulah dia sempat minta uang untuk membeli buku serta pena.


"Tapi ibunya tidak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS ada di kandungan,"ujarnya.


Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang sudah berumur 80 tahun. Sementara ibu dan bapaknya tinggal di kampung sebelah bersama 5 saudara lainnya


"Dia memang jarang mendapat kasih sayang, karena dia merupakan anak dari suami Ketiga ibunya," jelasnya.


Dalam penjelasannya, Bernardus juga mengatakan jika YBS ditemukan sudah tak bernyawa pada Kamis siang oleh warga setempat yang kebetulan tengah mengurus kerbau di sekitar rumah nenek korban.


Saksi lain Tage warga setempat, juga mengatakan, jika pada Kamis paginya, sempat melihat YBS duduk di depan rumah. Padahal pagi itu ia seharusnya sudah bersekolah.


Sementara MGT (47), ibu korban yang, menuturkan kepada awak media setempat mengatakan, pada malam sebelumnya, korban sempat menginap di rumah bersamanya. Namun keesokan paginya, korban dititipkan ke tukang ojek dengan tujuan pondok neneknya, sekitar pukul 06.00 Wita.


Ibu korban sempat memberikan nasihat terakhir kepada korban agar rajin bersekolah. Ibunya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga terbatas dan serba kekurangan. Saat ini memperoleh uang memang tidak mudah.


Setelah ditemukan meninggal dunia, aparat Polres Ngada juga mengonfirmasi menemukan secarik kertas bertulis tangan memakai bahasa daerah setempat.


Isinya adalah surat perpisahan YBS kepada sang ibu dan keluarga.


yang artinya :


SURAT BUAT MAMA RETI


MAMA SAYA PERGI DULU MAMA RELAKAN SAYA PERGI JANGAN MENANGIS YA MAMA


MAMA SAYA PERGI TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA


SELAMAT TINGGAL MAMA


Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis.




(Red)