-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Dari Posyandu ke Rumah Warga, Kader Palmerah Sebut Program MBG sebagai Amal Jariah

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:43 WIB Last Updated 2026-02-13T10:43:34Z
Kader Posyandu Kemala XVI-11 aktif menyalurkan makanan setiap hari kepada balita, lansia, dan ibu menyusui

Editor : Tri Wahyudi, RealitaNews.co.id_
‎Jum'at, 13 Februari 2026.


Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat posyandu. Di wilayah Palmerah, kader Posyandu Kemala XVI-11 aktif menyalurkan makanan setiap hari kepada balita, lansia, dan ibu menyusui.


Bagi para kader posyandu di Palmerah, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas harian. Di balik pembagian menu dan pendataan penerima, tersimpan semangat gotong royong dan kepedulian sosial demi memastikan anak-anak, ibu menyusui, dan lansia mendapatkan asupan gizi yang layak.


Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, menyampaikan bahwa para kader merasakan langsung dampak positif dari program tersebut.


“Kami dari kader Posyandu Kemala XVI-11 Palmerah merasakan manfaat dari program MBG. Kami juga menyalurkan makanan setiap hari untuk balita, lansia, dan ibu menyusui,” ujarnya, Jumat (13/2).


Dalam pelaksanaannya, distribusi dilakukan secara terstruktur, mulai dari posko di tingkat RW hingga ke RT. Menu makanan diambil dari posko RW, kemudian dibagikan kepada kader balita dan Dasawisma untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat di masing-masing RT.


“Sehari-hari kami mengambil menu dari posko di RW. Setelah itu, makanan dibagi ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT kemudian mendistribusikannya kepada balita penerima manfaat,” jelas Muslika.


Bagi orang tua yang bekerja, pengurus juga menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap bisa diterima. Sistem ini dibuat agar tidak ada penerima yang terlewat.


“Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” katanya.


Data penerima manfaat pun sudah tercatat rapi di setiap RT, sehingga distribusi berjalan sesuai sasaran.


“Data penerima sudah ada di masing-masing RT,” ujarnya singkat.


Muslika menegaskan, para kader posyandu berperan sebagai pekerja sosial yang membantu proses penyaluran.


“Kami kader posyandu ini pekerja sosial. Kami membantu menyalurkan kepada ibu-ibu yang memiliki balita dan ibu menyusui. Kami hanya membantu mendistribusikan. Ini seperti amal jariah bagi kami,” ungkapnya.


Pernyataan itu disambut oleh Gayatri, salah satu kader posyandu yang turut hadir. “Posyandu itu pekerja sosial,” timpalnya.


Di tengah kesibukan para kader yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, program ini dinilai membawa harapan bagi tumbuh kembang generasi muda. Mereka berharap perhatian terhadap gizi balita dan ibu menyusui terus berlanjut, termasuk perhatian kepada para kader yang bekerja.


“Kami bersyukur jika ada perhatian. Semoga program ini berlanjut dan memberikan manfaat bagi penerimanya, sehingga generasi bangsa bisa tumbuh cerdas dan kuat. Terima kasih, Pak Prabowo,” tutup Muslika.



(Red/Dian)