Realitanews.co.id | Serang - Pengurus Paguron Singandaru Karuhun Banten Indonesia (PSKBI) gelar tradisi tahunan penutupan silat menyambut bulan suci Ramadhan 2026.
Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, Minggu malam, 15 Februari 2026. Dihadiri seluruh pengurus, anggota baik dari DPP, DPW dan DPD Kabupaten/Kota serta padepokan-padepokan yang berada dibawah naungan PSKBI.
Ketua Panitia Penyelenggara Hannibal mengatakan, latihan silat yang rutin dilakukan pegiat seni di PSKBI, antara lain latihan Cimande, Terumbu, Bandrong hingga Debus selama bulan suci Ramadhan resmi ditutup sementara agar bisa fokus beribadah dibulan suci Ramadhan.
"Hari ini kami melakukan latihan bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan bulan-bulan sebelumnya. Kami ingin seluruh anggota keluarga besar PSKBI fokus melaksanakan ibadah puasa ini," ujar Hannibal saat ditemui di lokasi acara.
Dalam acara tersebut, berbagai atraksi seni bela diri ditampilkan para pesilat. Para pesilat menunjukan kemahiran silat khas Banten seperti aliran Cimande, Terumbu, Bandrong, hingga Debus.
Hannibal menegaskan PSKBI merupakan wadah yang merangkul seluruh aliran seni budaya, khususnya silat Banten. "Di sini ada dua aspek yang kami tonjolkan seni bela diri dan silat bela dirinya itu sendiri," tambahnya.
Meski berbasis pelestarian budaya, PSKBI terbukti mencetak atlet-atlet berprestasi, para pesilat PSKBI sukses mendominasi berbagai turnamen silat, baik di level lokal maupun nasional.
"Alhamdulillah, prestasi kami sangat memuaskan. Dari sejumlah atlet yang diterjunkan dalam turnamen, sekitar 80 hingga 90 persen berhasil menyabet medali emas," ungkap Hannibal.
Hannibal menceritakan diturnamen silat fighter yang diselenggarakan IPSI Nasional, akhir tahun 2025 PSKBI mengirim 9 atlet, 7 atlet sukses menyabet emas dan 2 atlet meraih perak.
Ketua Harian DPP PSKBI, Lutfi Tri Putra menyatakan, selain fokus pada prestasi, perguruannya selama ini konsisten bersinergi dengan Polda Banten dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
Namun, Luthfi juga memberikan catatan terkait dukungan pemerintah terhadap pegiat seni budaya. Selama ini, pembinaan atlet masih banyak mengandalkan swadaya.
"Pembinaan kita jujur masih dari swadaya. Alangkah baiknya jika pemerintah memberikan perhatian lebih dan dukungan nyata kepada kami para penggiat seni budaya agar prestasi ini bisa terus ditingkatkan ke kancah internasional,Itu pun berkat dari guru-guru besar kita, banyaklah guru-guru besar kita yang ada di PSKBI," tegas Luthfi.
Wakil Direktur Binmas Polda Banten AKBP Zaenudin yang hadir dalam tradisi penutupan latihan silat PSKBI turut mengapresiasi pembinaan di PSKBI.
"Ya, atlet itu dilahirkan untuk disiplin dan untuk merendahkan diri. Jadi ketika kita punya prestasi, berlatih bela diri, itu bukan untuk sok-soan. Tetapi bagaimana bisa berbaur dengan masyarakat, bisa menjaga kamtibmas supaya lebih baik, lebih bagus, dan masyarakat betul-betul merasakan kehadiran ini bermanfaat untuk orang banyak," Ungkap Zaenudin.
Menutup rangkaian acara, para pimpinan PSKBI berpesan kepada seluruh anggota agar tetap menjaga disiplin dan rendah hati. Ilmu bela diri yang dimiliki diharapkan bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Pungkas.

