Realitanews.co.id | Jakarta – Dunia pendidikan teologi di Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga kemurnian Injil melalui penyelenggaraan Konvensi Injil Sekolah-Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (KISSTTI) 2026 yang digelar oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) di Aula John Calvin, Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional (STTRII) Jakarta.
Konvensi nasional ini menjadi pertemuan penting bagi para pimpinan Sekolah Tinggi Teologi (STT), dosen, teolog, pemimpin gereja, mahasiswa teologi, hingga para profesional Kristen dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkumpul dalam satu forum untuk membahas masa depan pendidikan teologi sekaligus menegaskan kembali supremasi Injil dalam kehidupan gereja dan dunia akademik.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Jeane Marie Tulung, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum nasional tersebut.
Menurutnya, konvensi ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi teologi di Indonesia memiliki kesadaran bersama untuk memperkuat pelayanan Injil melalui pendidikan yang berkualitas.
“Pendidikan teologi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan pemimpin gereja yang memiliki kedalaman iman sekaligus kemampuan intelektual untuk menjawab berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Supremasi Injil dalam Dunia Akademik
Salah satu agenda penting dalam konvensi ini adalah peluncuran buku berjudul “Supremasi Injil dalam Dunia Akademik.” Buku tersebut merupakan karya bersama sejumlah teolog dari berbagai sekolah tinggi teologi di Indonesia.
Buku ini menegaskan bahwa Injil harus menjadi fondasi utama dalam seluruh aktivitas akademik, termasuk pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui karya tersebut, para akademisi teologi diajak untuk mengembangkan pemikiran teologi yang tidak hanya kuat secara ilmiah tetapi juga setia pada kebenaran Injil.
Pesan Teologis dari Stephen Tong
Konvensi Injil ini juga menghadirkan Pdt. Dr. (hc) Stephen Tong sebagai pembicara utama yang memberikan refleksi teologis mengenai pentingnya supremasi Injil dalam kehidupan gereja dan pendidikan teologi.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Injil harus tetap menjadi pusat dari seluruh pelayanan gereja dan aktivitas akademik di sekolah tinggi teologi.
Menurutnya, gereja dan lembaga pendidikan teologi akan kehilangan arah apabila Injil tidak lagi menjadi dasar utama dalam pengajaran dan pelayanan.
“Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia. Karena itu Injil harus tetap menjadi pusat pemberitaan gereja dan pendidikan teologi,” tegasnya.
Diskusi Ilmiah dan Kolaborasi Teologi
Selama konvensi berlangsung, para peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah yang membahas supremasi Injil dalam berbagai aspek kehidupan akademik dan pelayanan gereja.
Topik yang dibahas mencakup metodologi penelitian teologi berbasis Injil, tantangan sekularisasi dalam dunia akademik, hingga pentingnya membangun diskursus teologi Injili yang kuat di Indonesia.
Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai sekolah tinggi teologi untuk memperkuat jaringan kerja sama nasional, termasuk melalui penandatanganan kerja sama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
Pernyataan Konvensi Injil
Di akhir kegiatan, panitia membacakan Pernyataan Konvensi Injil I BMPTKKI yang berisi 12 butir komitmen bersama untuk menjaga kemurnian Injil dalam pendidikan teologi dan pelayanan gereja.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mempertahankan otoritas Alkitab sebagai dasar Injil serta menjadikan Injil Yesus Kristus sebagai pusat pendidikan teologi dan pelayanan gereja.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ibadah syukur sebagai ungkapan terima kasih atas terselenggaranya konvensi nasional tersebut.
Melalui konvensi ini, BMPTKKI berharap sinergi antar sekolah tinggi teologi di Indonesia semakin kuat sehingga Injil tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan teologi dan kesaksian iman Kristen di tengah masyarakat.(Red/Bahari).
