Realitanews.co.id | JAKARTA – Gerakan literasi antikorupsi berskala nasional mencetak sejarah baru. Sebanyak 1.581 karya cerita pendek (cerpen) bertema antikorupsi berhasil dihimpun dalam sebuah antologi yang mengantarkan gerakan ini meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Prosesi peluncuran buku sekaligus penyerahan penghargaan prestisius tersebut digelar di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK RI, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Kegiatan monumental ini merupakan hasil kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bersama FORPAK API Banten, Forpaknas, Pena Integritas, Yayasan Rumah Indonesia Menulis, dan SIP Publishing.
*Investasi Integritas Melalui Tulisan*
Ketua Panitia sekaligus Ketua Forum Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (FORPAK-API) Provinsi Banten, Ratu Syafitri Muhayati, menegaskan bahwa menulis adalah bentuk perlawanan paling tenang terhadap korupsi yang seringkali "berisik".
"Dari 4.535 peserta yang terjaring, sebanyak 1.581 karya berhasil dikumpulkan dan 1.448 naskah dinyatakan lolos kurasi. Karya ini menjadi investasi bagi generasi masa depan dalam menanamkan nilai integritas," ujar Fitri.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan literasi ini sangat relevan dengan semangat pembangunan di wilayah Banten. Visi 'Banten Maju Adil Merata Tidak Korupsi' menjadi landasan utama bagi pemerintah daerah untuk memastikan tata kelola yang bersih sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
*Sinergi Banten yang Berkelanjutan*
Pencapaian ini juga menjadi tindak lanjut nyata atas prestasi Pemerintah Provinsi Banten yang pada tahun 2025 berhasil meraih penghargaan Terbaik Pertama FORUM PAKSI API Berdaya dari KPK RI.
"Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui program Banten Cerdas. Penguatan budaya literasi diharapkan menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem integritas di daerah," tambah Fitri.
*Apresiasi dari Pimpinan KPK*
Dukungan penuh datang dari internal komisi antirasuah. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, menilai kegiatan ini sebagai implementasi nyata peran serta masyarakat dalam membentengi diri dari perilaku koruptif.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menyebutkan bahwa nilai-nilai integritas yang dirangkum dalam konsep “JUMAT BERSEPEDA KK” (Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras) akan tertanam lebih kuat melalui narasi cerita.
"Rekor MURI ini bukan sekadar simbol, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi," tegas Ibnu.
*Rekor Terbanyak di Indonesia*
Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, secara resmi menyerahkan penghargaan kepada SIP Publishing atas rekor antologi cerpen terbanyak dengan tema antikorupsi. Menurutnya, jumlah karya yang terkumpul dalam gerakan ini merupakan yang terbanyak yang pernah tercatat di Indonesia untuk kategori tersebut.
Dengan pencapaian ini, literasi terbukti tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat dan bebas dari korupsi.(Asep Ikhsan Taufik)
