RealitaNews.co.id_ | KABUPATEN TANGERANG - Sebanyak 33 orang siswa di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang diduga keracunan massal usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG)
Puluhan siswa itu dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga diare pada Rabu (29/4) setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cirumpak.
Dalam keterangannya, Kapolsek Kronjo, Iptu Bayu Sujatmiko mengonfirmasi bahwa pihaknya melalui Unit Intel telah melakukan Penyelidikan dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) terkait insiden tersebut.(01/05/2026)
Peristiwa tersebut bermula setelah para siswa pulang dari sekolah masing - masing. Mereka mengeluhkan gejala sakit perut dan pusing kepada orang tuanya. Berdasarkan pengakuan para korban, gejala tersebut muncul sesaat setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah pada hari yang sama.
“Para orang tua langsung membawa anak - anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat setelah melihat kondisi fisik korban yang terus menurun,”ujar Iptu Bayu
Hingga kamis pukul 21.00 WIB, tercatat total 33 korban yang tengah menjalani perawatan medis.
Dengan rincian lokasi sebagai berikut :
Bidan Linda (Kampung Cirumpak) sebanyak 14 orang.
Bidan Leny (Kampung Cirumpak Ilir) sebanyak 9 orang.
Kemudian di Puskesmas Kronjo sebanyak 10 orang.
Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP yang masuk dalam daftar penerima manfaat SPPG Cirumpak, Yayasan Leuit Abhipraya Nawasena.
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, menu MBG yang disajikan pada hari tersebut terdiri dari makaroni telur, tahu, bakso, wortel, dan buah melon.
Sementara itu Lastri, Tim Ahli Gizi dari SPPG Cirumpak, memberikan analisa dugaan sementara bahwa penyebab gangguan kesehatan itu berasal dari olahan makaroni.
Diketahui, makaroni tersebut sudah diolah sejak (28/4) sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga diduga telah terpapar bakteri sebelum sempat dikonsumsi pada hari berikutnya,"jelasnya
Sementara itu Pihak jajaran Polsek Kronjo telah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan untuk segera mengusut tuntas kasus ini.
“Sampel makanan yang disajikan oleh SPPG Cirumpak telah kami amankan dan segera dibawa ke Puskesmas Kronjo untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan tersebut,” tutup Kapolsek.
Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus memantau kondisi para korban dan melakukan koordinasi dengan penanggung jawab yayasan terkait prosedur pengolahan makanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali dan menghentikan aktivitas sementara.
(Red)
