Realitanews.co.id | BANTEN– Momentum long weekend yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, membawa berkah signifikan bagi industri Pariwisata di Provinsi Banten.
Hal itu tercatat oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten yang mencatat adanya lonjakan tajam pada angka okupansi hotel, khususnya di kawasan pesisir seperti Anyer Carita Tanjung Lesung dan sebagainya.
Ketua PHRI Banten Ashok Kumar mengungkapkan, rata-rata tingkat hunian kamar hotel selama libur panjang ini berhasil menembus angka di atas 80 persen.
"Momentum long weekend malam Idul adha ini sangat memadai. Okupansi di kawasan pesisir Anyer rata-rata mencapai 85 hingga 95 persen, jadi secara keseluruhan berada di atas 80 persen," ujar Ashok saat memberikan keterangan. Senin (1/6/2026).
Ashok menilai tingginya minat wisatawan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi mengkhawatirkan kendala perjalanan dan siap membelanjakan anggaran liburan mereka.
"Yang menjadikan PR besar buat kita semua adalah bagaimana DTW (Daerah Tujuhan Wisata) sepanjang pesisir Pantai Anyer dan Carita dan seterusnya, ini bisa menjadi sustainable tourism terpenuhi oleh wisatawan di hari- hari biasa alias weekdays." jelasnya.
"Sebelumnya masih terakomodir dengan kegiatan kegiatan mice atau rapat-rapat. Dengan Pemangkasan Anggaran yang sangat drastis secara serentak. Weekdays yang sebelumnya bersinar, kini mengalami pukulan besar walaupun sudah melakukan diversikasi," sambung GS Ashok.
Meski demikian, Ashok menyatakan industri P
Perhotelan tidak cenggeng dan tetap berdaya upaya. Dimana pihaknya berharap PR kepada Pemkab maupun Pemprov agar lebih fokus menaikan rating dan menata dengan baik objek- objek wisata di optimalkan.
"Serta lebih banyak menggelar atraksi menaikan tingkat hunian di Weekdays. Kalau Weekend and Long Weekend daya upaya para Leader Hotel mempunyai trend BAS (Branding Advertising and Selling) sangat memumpinin. Dengan Hadirnya Chain Hotel Internastional Aston Archipelago berikut Local Chain Jayakarta, Accasia, Novus sehingga investor lahir menggandeng Franchise International Movenpick berani menginvestasikan di perbatasan Anyer Carita," ungkapnya.
"Mimpi besar yang harus di miliki Pemkab dan Pemprov atau sinergi Kementerian terkait mampu .elahirkan beach walk di kawasan Anyer, Cinangka sampai Carita. Sehingga malam hari wisatawan bisa wara wiri. Ada meeting point, beach walk. PJU dapat tertata dengan terang benderang. Nota bene tidak senasibnya seperti sekarang saling melempar antara kabupaten ke provinsi ke nasional," ujarnya.
Ashok juga menilai dalam mengelola DTW harus dilakukan secara serius, agar investasi perhotelan di masa pemangkasan anggaran hampir di setiap koridor kabupaten/kota lahir delapan hotel brand baru sampai Ke Rangkas Bitung Kabupaten Lebak.
"Peluang investasi industri perhotelan masih mengalir terus, jadi magnet di Provinsi Banten peluang makin bersinar," harap Ashok.
"Walau prihatin, namun semangat menatap. Hotel invesment keeo pouring cobtinues to emerge despite strice amid tigh gooverment budget cut for hotel event mice, Apalagi bila beberapa slot anggaran di buka buat kegiatan pertemuan- pertemuan. So, pasti akan lebih bergairah para investor menginvestasikan dana nya," sambung Ashok.
PHRI Banten menyebut, bahwa dalam satu industri perhotelan terdapat 125 jomponen yang berimpact langsung kepada multiplier effect dari yang sangat sederhana.
"Mulai kertas, permen
.tissue, belum lagi sayur mayur, daging, seafood seterusnya. Masuk 40 tahun berkecimpung focus di dunia perhotelan dari tahun 1986 kami di kepariwisataan, dari belum ada jalan tol, telepon, listrik di kawasan Anyer," ujarnya.
Besar harapan bagi Ashok selaku Ketua PHRI Banten dan juga WKU Perkumpulan Urang Banten di saat pemangkasan anggaran pemerintah yang nota bena kehilangan pasar hampir 40%, agar Pemkab dan Pemprov extra focus hanya di Promosi serta pembenahaan objek- objek wiisata dan banyak menggelar atraksi sehingga ke percit hunian khusus di Weekdays.
"Kalau weekend di pesisir pantai kami dapat menghandlenya secara seksama. Sehingga PAD terus tercapai Target. Pandangan kami semua ini merupakan kepentingan kita semua sebagai wujud kita buat Provinsi Banten tercinta sampai anak cucu kita. Wabil Khusus Buat Bu Kadispar Banten merupakan garda PHRI teruntuk juga Banten. Hanya satu-satunya industri yang bisa mengentaskan kemiskinan adalah Pariwisata. Semakin di kelolah dan di tata dengan baik agar semakin indah dan Menjadi sustainable tourism, minyak bumi, gas dan sejenisnya akan habis. Hanya pariwisata yang berkelanjutan," tegasnya.
Menutup stetemennya, Ashok menghimbau tumbuhnya investasi hotel- hotel baru di Provinsi Banten tetap saling menjaga dalam menghindari price war ataupun banting harga, selintas menaikan tingkat hunian namun akan sangat terimpact di arr destinasi.
"Kedepannya berat menaikan kembali. Kami percaya dan yakin dari profesionalisme para leader mari kita semua saling bahu membahu menerobos tingkat hunian di weekdays. Apresiasi kami atas terciptanya keamanan dan kenyamanan investasi maupun para wisatawan terwujud dengan adanya senada menjunjung tinggi kepariwisatan dari intense pengawasan kelancaran lalu lintas dan aspek-aspek lain nya dari Polda Banten, Polres-Polres dan Polsek berikut dengan TNI, kondusif kepariwisataan Provinsi Banten tercinta kita ini," tutup Ashok.(Red/Agi).
