-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Danrem 064/MY Buka Pelatihan Intel bagi Babinsa dan Personel Intel

Selasa, 21 Juli 2026 | 09:26 WIB Last Updated 2026-07-21T02:26:55Z


Realitanews.co.id | SERANG  - Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., membuka Pelatihan Intel bagi Babinsa dan Personel Intel Jajaran Korem 064/Maulana Yusuf di Makorem 064/MY, Kota Serang, Senin (20/7/2026).


Pelatihan yang diikuti 126 peserta tersebut akan berlangsung hingga 24 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya TNI AD meningkatkan kemampuan personel dalam mendeteksi dan mengantisipasi berbagai potensi ancaman di wilayah.


Dalam arahannya, Danrem mengatakan intelijen merupakan fungsi yang sangat luas dan dinamis. Perkembangan geopolitik dan geostrategi dunia menunjukkan bahwa perang intelijen terus berkembang dengan berbagai cara untuk mencapai tujuan strategis. 


Kondisi tersebut menuntut insan intelijen mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis yang terus berkembang.


"Intel itu smart, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara klasik. Kita harus mampu melihat setiap persoalan dari berbagai perspektif," ujar Danrem.


Danrem kemudian mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, bahwa ketika muda musuh bangsa adalah penjajah, sedangkan saat ini tantangan justru datang dari berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sendiri.


Menurut Danrem, kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya pelatihan intel yang secara rutin diselenggarakan TNI AD sebagai upaya meningkatkan kemampuan personel dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di wilayah.


Danrem menjelaskan, perkembangan media dan arus informasi yang semakin cepat menuntut setiap prajurit memiliki kemampuan memahami informasi secara utuh serta mampu melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang.


Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas di tengah perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah.


Kepada para Babinsa, Danrem menegaskan bahwa selain sebagai insan teritorial, mereka juga harus mempertajam naluri intelijen. Sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah, Babinsa dituntut menguasai wilayah binaan, mengenali setiap potensi, serta mampu melihat, mencatat, mengingat, dan menyajikan data yang akurat sebagai bahan laporan.


"Kuasai betul wilayah, kenali semua. Kalau ada hal-hal yang dibutuhkan intelijen, maka Anda harus siap menjadi penyumbang dan pemberi data yang akurat. Naluri harus ditajamkan, peka terhadap sekeliling, sehingga setiap potensi ancaman dapat dideteksi untuk mengambil langkah yang konkret," kata Danrem.


Mengakhiri arahannya, Danrem mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas.


"Ilmu itu penting dan ilmu itu sangat bermanfaat sampai kita mati. Saat ini dibuka ilmu, maka manfaatkan dan ikuti dengan baik," pungkas Danrem.


Sumber: Penrem 064/MY