RealitaNews.co.id_ | SERANG – Pemerintah Provinsi Banten mulai tancap gas menyiapkan infrastruktur penunjang menyambut perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengusulkan pelebaran ruas Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto, yang merupakan akses utama menuju Banten International Stadium (BIS) di Kawasan Sport Center Banten.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, saat meninjau sejumlah ruas jalan nasional di Kabupaten Serang, Senin (6/7/2026).
Andra Soni menjelaskan, kapasitas jalan yang menghubungkan Simpang Palima hingga Pasar Baros tersebut perlu ditingkatkan. Selain untuk mengurai kemacetan harian, jalur sepanjang 9,4 kilometer ini bakal memegang peran krusial saat Banten menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Provinsi Lampung.
"Kami mengusulkan pelebaran ruas Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto dari Simpang Palima sampai Pasar Baros. Ruas ini menjadi akses menuju BIS, sehingga kapasitasnya perlu ditingkatkan sebagai bagian dari kesiapan Banten menyambut PON XXIII," ujar Andra Soni.
Sebagai langkah awal, Pemprov Banten mengusulkan pelebaran sepanjang 3,5 kilometer pada titik krusial dari Simpang Palima hingga Pasar Baros. Saat ini, jalur tersebut masih berupa jalan dua lajur dua arah yang kerap mengalami penyempitan dan kepadatan volume kendaraan pada jam sibuk.
Menindaklanjuti usulan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyatakan bahwa perencanaan teknis sudah berjalan. Pihaknya tengah melakukan reviu Detail Engineering Design (DED) tahun ini dan berkoordinasi intensif dengan Kementerian PU untuk penetapan lokasi.
Rencananya, jalan nasional yang menjadi urat nadi distribusi Banten Utara-Banten Selatan ini akan dilebarkan secara bertahap hingga mencapai row 25 meter.
Tak sekadar mengusulkan, Pemprov Banten juga menunjukkan komitmen anggarannya melalui skema berbagi draf pembiayaan (cost sharing) untuk pembebasan lahan dengan total estimasi kebutuhan Rp180 miliar.
"Pemprov Banten telah menyiapkan dukungan sebesar Rp50 miliar sebagai bentuk komitmen mempercepat pembangunan infrastruktur strategis tersebut," pungkas Arlan.
Dengan intervensi ini, akses konektivitas menuju venue olahraga utama di Banten diharapkan tidak hanya siap menyukseskan gelaran olahraga nasional, tetapi juga memberikan efek domino bagi kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar pasca-turnamen selesai.
(Asep Ikhsan Taufik)
