-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Disperindag Cilegon Tinjau Usaha Golok di Tegal Bunder, Dorong Lahirnya Sentra IKM Logam

Kamis, 03 September 2026 | 08:12 WIB Last Updated 2026-09-03T01:12:29Z


Realitanews.co.id | Cilegon – Upaya penguatan Industri Kecil Menengah terus dilakukan Pemerintah Kota Cilegon. Rabu, 2 September 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon meninjau langsung lokasi produksi milik pengrajin golok dan peralatan di *Jl. Pabean, Linkungan Kedawung No. 28, RT 015 RW 05, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta*.


Kegiatan dipimpin *Teguh Pribadi Putera, SE., M.Si.*, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Industri Logam, Kimia, Mesin, Elektronik, dan Alat Angkut Disperindag Cilegon sekaligus Pembina Industri. Dalam kunjungan tersebut, Teguh didampingi *Didi Supriyadi*, pemilik usaha yang juga menjabat Ketua RT 15 setempat.


"Kunjungan ini dilaksanakan Rabu 2 September bersama Pak Didi selaku Ketua RT. Beliau merupakan salah satu pelaku IKM binaan program Disperindag yang memproduksi golok," ungkap Teguh Pribadi di lokasi.


Ia menilai usaha logam seperti yang dijalankan Pak Didi punya peluang besar di tengah geliat hilirisasi industri di Cilegon. "IKM di Kota Cilegon seperti milik Pak Didi ini potensial untuk masuk dalam rantai hilirisasi. Ke depan pengembangannya akan kita arahkan sesuai kebutuhan pasar," jelasnya.


Untuk menopang pertumbuhan, kata Teguh, pelaku IKM harus memiliki legalitas yang jelas. "Dukungan yang kita berikan salah satunya fasilitasi perizinan. Kita bantu pengurusan NIB dulu, baik untuk usaha perorangan maupun badan hukum. Nanti kita lihat kapasitasnya, apakah masuk kategori UMKM atau IKM menengah," ujarnya.


Teguh berharap kisah Pak Didi bisa menjadi contoh bagi IKM lain di Cilegon. "Informasi ini penting untuk pelaku industri di dalam maupun luar daerah. Dengan dukungan pengembangan, produk IKM kita diharapkan tidak hanya memenuhi pasar lokal, tapi juga nasional bahkan ekspor," harapnya.


Sisi ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Menurutnya, sektor IKM logam mampu menyerap tenaga kerja padat karya. "Pemerintah Kota Cilegon akan terus hadir, baik dalam bentuk fasilitasi peralatan maupun pembinaan, agar IKM memiliki daya saing lebih baik dalam hal kualitas dan jumlah produksi," katanya.


Ia bahkan mewacanakan pembentukan sentra produksi di wilayah Tegal Bunder. "Meski saat ini baru satu pelaku, kami akan koordinasikan dengan kelurahan dan kecamatan. Tidak menutup kemungkinan ke depan bisa diwujudkan sentra IKM golok atau perkakas. Dengan peralatan sederhana pun ini bisa kita mulai," tegasnya.


Soal kualitas produk, Teguh memberikan apresiasi. "Saya lihat langsung, produknya sudah sangat layak untuk dipasarkan. Baik untuk kebutuhan perkakas umum, otomotif, pertanian, peternakan, hingga kebutuhan rumah tangga. Tinggal bagaimana kita berani meningkatkan produktivitasnya," imbuhnya.


*Didi Supriyadi* mengaku termotivasi dengan perhatian pemerintah. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak kepada Disperindag Cilegon khususnya Pak Teguh Pribadi. Saya sangat termotivasi untuk terus mengembangkan kerajinan golok, pisau dan peralatan lainnya," katanya.


Pria yang juga Ketua RT 15 itu menceritakan perjalanan usahanya. "Saya mulai mengenal dunia pengrajin sejak kelas 2 SMK. Awalnya tertarik mengukir kayu lalu mencoba membuat golok. Semangat itu muncul karena melihat orang tua. Alhamdulillah sampai sekarang saya masih tekun di bidang ini," ceritanya.


Menutup perbincangan, Didi berharap rencana sentra IKM segera diwujudkan. "Dengan adanya kunjungan ini kami optimis usaha akan lebih berkembang. Kami juga mendukung rencana Disperindag untuk membuat sentra perkakas di Kelurahan Tegal Bunder. Semoga harapan kami bisa segera terealisasi," pungkasnya. (yayu)