-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Dukung Kinerja 2 Tahun Prabowo, Ketum Al Khairiyah Ali Mujahidin Nilai Program Strategis Berhasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:27 WIB Last Updated 2026-10-09T05:27:14Z


Realitanews.co.id | Cilegon,  - Ketua Umum Pengurus Besar Al Khairiyah, Dr. KH. Ali Mujahidin, SH.I, MM, MH atau akrab disapa Mumu, memberikan apresiasi tinggi terhadap dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


Menurutnya, sejumlah agenda prioritas nasional menunjukkan progres yang sangat signifikan dan layak untuk terus didukung bersama.


Mumu menyebut ada lima sektor yang paling menonjol. Pertama terkait pangan. Ia menilai janji swasembada yang awalnya dipatok empat tahun, ternyata mampu direalisasikan dalam 12 bulan. Stok beras nasional naik drastis dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah, sehingga berimbas pada naiknya Nilai Tukar Petani (NTP).


Pemerintah dinilai serius memangkas impor BBM melalui program B50 yang mampu menyelamatkan devisa negara hingga ratusan triliun. Disisi lain, produksi migas juga digenjot melalui optimalisasi Blok Cepu dan proyek strategis nasional, dibarengi percepatan energi terbarukan seperti PLTS dan panas bumi, serta elektrifikasi kendaraan.


Kehadiran Danantara atau Daya Anagata Nusantara disebut menjadi game changer. Lembaga ini berhasil membalikkan kinerja BUMN dari merugi menjadi untung dengan lonjakan ROA lebih dari 300 persen. Saat ini lebih dari 1.000 perusahaan negara terkelola dalam satu pintu, yang membuat Indonesia masuk jajaran pemilik Sovereign Wealth Fund terbesar 6 besar dunia. Danantara juga menjadi motor 13 proyek hilirisasi.


Mumu menilai Presiden Prabowo menunjukkan ketegasan luar biasa dalam pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih, bahkan terhadap lingkaran dekatnya. Dalam dua tahun, negara berhasil mengamankan efisiensi Rp52 triliun, menyelamatkan PNBP Rp13,24 triliun lewat Satgas PKH, serta menertibkan 6,2 juta hektare lahan hutan dan kebun sawit ilegal. Pemerintah juga berhasil mengidentifikasi realokasi anggaran sekitar Rp300 triliun.


Yang paling bersejarah adalah rencana kuliah gratis di PTN. Mumu menyebut kebijakan ini akan menjadi titik terang bagi bonus demografi Indonesia. Selama ini dana kuliah PTN yang nilainya di atas Rp500 triliun dinilai tidak transparan dan tidak masuk APBN. Kini Kemendiktisaintek telah menyiapkan skema kuliah gratis untuk 2,8 juta mahasiswa dengan kebutuhan anggaran Rp93,7 triliun per tahun.


"Dua tahun ini capaian Presiden Prabowo sangat lompatan. Program yang belum tuntas tentu butuh waktu dan proses, tapi arahnya sudah sangat jelas menuju kemajuan bangsa," tutup Mumu. (yayu)