-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Gubernur Andra Soni Masifkan Gerakan Banten ASRI: Jaga Sumber Air dan Percepat Pembangunan PSEL Serang Raya

Rabu, 13 Mei 2026 | 15:05 WIB Last Updated 2026-05-13T08:05:04Z

 


Realitanews.co.id | SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah guna mewujudkan lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan korve rutin Gerakan Banten ASRI yang berlangsung di kawasan Tamansari, Kota Serang, Rabu (13/5/2026).


Kegiatan kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Air Sedunia. Menurut Andra Soni, menjaga kebersihan lingkungan berkaitan erat dengan keberlangsungan sumber daya air di Banten.


“Air merupakan sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama. Hari ini kegiatan rutin korve Banten ASRI menjadi spesial karena sekaligus dalam rangka Hari Air Sedunia,” ucap Andra Soni di sela-sela kegiatan.


Pergeseran Jadwal dan Semangat Gotong Royong


Gerakan Banten ASRI yang merupakan tindak lanjut dari Gerakan Indonesia ASRI kini mengalami penyesuaian jadwal. Jika sebelumnya dilaksanakan setiap hari Jumat, kini kegiatan gotong royong tersebut rutin digelar setiap hari Rabu. Perubahan ini dilakukan karena adanya kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawai pada hari Jumat.


Andra Soni menekankan bahwa jiwa masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Ia meminta gerakan ini terus konsisten dilakukan dan tidak sekadar menjadi seremonial. "Mari kita bersama-sama menumbuhkan kembali kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya," tegasnya.


PSEL Serang Raya: Solusi Sampah Menjadi Energi


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur mengungkapkan langkah besar Pemprov Banten dalam menangani sampah secara teknis. Ia bersama Pemerintah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon telah menandatangani Perjanjian Kesepakatan Bersama Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya.


Proyek PSEL ini diharapkan menjadi solusi permanen penanganan sampah di wilayah Serang dan sekitarnya. Namun, Andra Soni mengingatkan bahwa teknologi saja tidak cukup jika tidak dimulai dari kesadaran individu.


“Kita harus membiasakan diri memilah sampah dari tingkat rumah tangga sampai hulu. Hal ini akan sangat memudahkan proses di pembangkit listrik tenaga sampah nantinya,” tambahnya.


Urusan Bersama, Dari Gubernur hingga Anak Sekolah


Gubernur menegaskan bahwa urusan sampah bukan hanya beban masyarakat, tetapi juga menjadi tanggung jawab gubernur, wali kota, hingga bupati. Ia berencana untuk melibatkan sektor yang lebih luas dalam kegiatan korve berikutnya.


“Saya berharap ke depan anak-anak sekolah, instansi vertikal, hingga kelompok masyarakat dilibatkan meski sesekali waktu. Sehingga muncul kesadaran bersama bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kita semua,” kata Andra.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan korve kali ini diikuti oleh sekitar 1.100 peserta. Peserta terdiri dari jajaran perangkat daerah Provinsi Banten, Pemkot Serang, Pemkab Serang, BUMD, TNI, Polri, hingga masyarakat sekitar.


Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi wilayah lain di Provinsi Banten untuk terus menggalakkan budaya bersih demi lingkungan yang lebih sehat dan asri bagi generasi mendatang.(Asep Ikhsan Tauik)