Realitanews.co.id | CILEGON – Hari Sabtu yang biasanya libur, halaman SMP Negeri 6 Cilegon justru ramai. Ratusan siswa dan guru berkumpul untuk mengikuti bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata, Sabtu 26/07/2026.
Kegiatan ini digagas Baznas Kota Cilegon dan digandeng IROPIN Banten bersama RS Citra Sundari serta Klinik Saruni Pandeglang. Total peserta yang hadir mencapai 850 siswa kelas 7-9 ditambah 55 guru.
Wakil Ketua II Baznas Kota Cilegon Habibie Abfat S.Pd.I., M.E., menyebut ini program lanjutan tahun kedua. "Tahun ini kita siapkan 500 kacamata untuk dibagikan ke 5 sekolah. Tapi fokus kami bukan cuma membagikan, ada edukasi di dalamnya," kata Habibie saat ditemui di lokasi.
Ia menilai pembagian alat bantu penglihatan harus dibarengi pemahaman. "Kalau hanya dikasih kacamata tanpa dibekali pengetahuan, hasilnya tidak maksimal. Anak harus tahu cara pakai, cara rawat, dan kapan harus kontrol," tegas Habibie.
Menurutnya, program ini tidak akan jalan tanpa dukungan banyak pihak. "Kami apresiasi IROPIN, RS Citra Sundari, Klinik Saruni, Dinkes, dan Puskesmas yang hadir langsung. Kolaborasi lintas sektor ini penting agar bantuan sampai ke sasaran," ujarnya.
Habibie berharap cakupan program bisa bertambah ke depan. "Saat ini baru 5 sekolah. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak. Karena kunci utama ada di kesehatan anak. Mata sehat, semangat belajarnya juga naik," pungkasnya.
Dari sisi teknis, Ketua IROPIN Banten Fetrik Livanos A.Md.RO., S.E., M.M., menjelaskan proses pemeriksaan dilakukan bertahap. "Diawali skrining untuk melihat kelainan refraksi. Setelah itu tes subjektif buat menentukan ukuran lensa yang sesuai kebutuhan anak," jelas Fetrik.
Ia juga menyoroti gaya hidup siswa saat ini. "Banyak anak yang matanya minus karena kebiasaan buruk. Main HP kelamaan, pencahayaan terlalu terang, baca sambil tiduran di tempat gelap. Ini yang harus kita luruskan lewat edukasi," katanya.
Kepala SMPN 6 Cilegon Yeni Rahmiani M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. "Kami sangat terbantu. Kehadiran Baznas, IROPIN, RS Citra Sundari dan Klinik Saruni sangat bermanfaat untuk siswa kami yang punya keluhan mata," ucap Yeni.
Yeni merinci rangkaian acara. "Dimulai apel dan arahan dari direktur rumah sakit, dokter, dan IROPIN di lapangan. Lalu edukasi oleh dokter Ferlita di masjid soal tips menjaga mata, seperti baca di tempat terang dan batasi gadget. Setelah itu langsung pemeriksaan. Guru juga ikut cek mata," jelasnya.
Ia menegaskan tidak semua siswa otomatis dapat kacamata. "Kacamata gratis hanya untuk yang setelah diperiksa memang terbukti ada gangguan. Kalau tidak ada masalah, silakan kembali ke kelas," kata Yeni.
Di akhir, Yeni menyampaikan terima kasih. "Apresiasi untuk Pemkot Cilegon, Dinkes, Puskesmas, Baznas, RS Citra Sundari dan Klinik Saruni. Semoga program baik ini terus berlanjut. Anak-anak dan guru juga antusias sekali, walaupun dilaksanakan hari Sabtu," tutupnya. (yayu)
