-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

PB Al-Khairiyah Apresiasi Wacana Pendidikan Gratis Prabowo: Dari SD Negeri Sampai Kuliah PTN

Sabtu, 19 September 2026 | 14:36 WIB Last Updated 2026-09-19T07:36:57Z


Realitanews.co.id | Serang, Banten – Wacana Presiden Prabowo Subianto yang akan menggratiskan sekolah negeri mulai jenjang SD, SLTP, SLTA hingga kuliah di perguruan tinggi negeri disambut positif oleh kalangan pesantren dan pendidikan Islam.


Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah, *Ali Mujahidin* yang akrab disapa Mumu, menyatakan pihaknya mendukung penuh rencana tersebut dan menilai sebagai kebijakan pro-rakyat.


"Langkah ini jika terwujud merupakan niat yang luar biasa dalam membantu masyarakat untuk mengakses pendidikan gratis secara tuntas dan kami sangat setuju, mendukung dan mengapresiasi rencana kebijakan tersebut," kata Mumu.


Mumu menjelaskan, pemerataan akses pendidikan gratis akan memberi kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan sekolah tanpa khawatir soal biaya. Hal ini penting untuk menekan angka putus sekolah yang masih terjadi karena kendala finansial.


Menurutnya, dampak dari pendidikan gratis tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga untuk jangka panjang. Pendidikan yang merata akan meningkatkan kesejahteraan dan mencetak generasi cerdas yang siap bersaing.


"Meningkatkan kesejahteraan jangka panjang, membentuk generasi yang lebih cerdas dan siap kerja demi kemajuan masa depan bangsa dan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia," ujarnya.


Mumu juga menyinggung persoalan tata kelola keuangan perguruan tinggi negeri saat ini. Ia menyebut uang kuliah seperti UKT tidak masuk sebagai penerimaan pajak APBN, melainkan disetor ke kas kampus sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikelola sendiri, sehingga rawan penyimpangan.


"Sementara itu kita mengetahui biaya kuliah di kampus negeri tidak masuk sebagai pendapatan yang menambah APBN, atau bukan Pendapatan Negara. Uang kuliah yang dibayar mahasiswa disetor langsung ke kas perguruan tinggi sebagai PNBP yang dikelola sendiri untuk operasional kampus, dan hal tersebut rawan menjadi potensi ladang korupsi di Perguruan Tinggi Negeri," ungkapnya.


Ironisnya, di sisi lain kampus negeri tetap menerima kucuran dana dari APBN untuk operasional, gaji dosen dan pegawai, serta fasilitas, tergantung status kampus seperti PTN-BH atau PTN-BLU.


Karena itu, wacana sekolah dan kuliah gratis dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.


"Jadi berkaitan dengan surprise besar bagi generasi bangsa dalam bentuk semua pendidikan gratis tersebut kami apresiasi dan kami dukung sebagai bentuk keberpihakan dan kesungguhan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo," tegas Mumu.


Ia optimistis kebijakan ini akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dalam beberapa tahun ke depan jika konsisten dijalankan.


"Investasi dalam dunia pendidikan memang tidak hari ini dilakukan dan langsung akan dapat terlihat hasilnya, akan tetapi investasi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan apalagi sampai kuliah di kampus negeri gratis, sangat berpengaruh terhadap kemajuan nusa dan bangsa. Indonesia lima atau 10 tahun yang akan datang akan menjadi bangsa yang maju dengan sumbangan SDM yang luar biasa," pungkasnya. (yayu)