-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Plt. Sekda Dampingi Bupati Tangerang, Tinjau Lokasi Banjir di Desa Nyompok Girang Kecamatan Cisoka

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:47 WIB Last Updated 2026-01-23T13:47:26Z

 

Meninjau kondisi banjir, sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak

Editor : Tri Wahyudi, RealitaNews.co.id_
‎Jum'at, 23 Januari 2026.


KABUPATEN TANGERANG - Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, yang mengakibatkan akses warga terputus karena jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian (23/01/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang yang didampingi Plh. Sekretaris Daerah Iwan Firmansyah, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat dan Kepala Desa setempat meninjau secara langsung kondisi lapangan, sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.


Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang masih tinggi dan berlangsung cukup lama dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan debit air Sungai Cidurian kembali  meluap hingga menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut," ucapnya


“Hujan sejak beberapa hari terakhir dengan intensitas cukup tinggi menimbulkan terjadinya  luapan air dari Sungai Cidurian. Akibatnya jembatan di Kampung Nyompok Girang ini kondisinya berada di bawah air, sehingga akses masyarakat terputus” ujar Maesyal Rasyid


Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Tangerang  menyalurkan bantuan kebutuhan pokok sehari - hari, melalui posko - posko yang telah disediakan, juga posko kesehatan. 


“Tadi saya tanya, masyarakat tidak bisa beraktivitas karena jembatannya terendam air, mau belanja susah. Maka kami bersama BPBD membawa logistik untuk kebutuhan sehari - hari dan posko kesehatan,” ungkapnya.


Kemudian untuk jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga berencana membangun kembali jembatan dengan elevasi yang mungkin lebih tinggi dan sejajar dengan jalan pemukiman agar lebih aman untuk dilalui saat banjir.


“Insya Allah jangka panjangnya, jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan pemukiman. Supaya walaupun terjadi luapan air, jembatan tetap bisa dilalui. Mudah - mudahan tahun 2026 ini segera kita langsung kita realisasikan,” jelasnya.


Disamping itu, pihaknya juga memastikan akan memberikan bantuan bagi para petani yang terdampak banjir, khususnya lahan sawah yang terendam hingga mengalami puso


“Dinas Pertanian juga akan membantu masyarakat atau kelompok tani yang sawahnya tertutup air dan mengalami puso,” tambahnya.


Menanggapi kondisi cuaca ekstrem saat ini, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas, terutama melintasi jembatan yang terendam banjir.


“Saya minta masyarakat lebih hati - hati. Untuk sementara perahu karet akan kita siagakan, dan saya sarankan aktivitas dilakukan pagi sampai sore saja, jangan malam hari,” pungkasnya.


Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui OPD terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.


Sementara itu, Iwan Firmansyah, selaku Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, menegaskan bahwa kondisi jembatan tidak mengalami kerusakan struktural, melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air, saat terjadi luapan.


“Perlu kami luruskan bahwa yang terputus itu bukan jembatannya, tetapi akses masyarakat karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air ketika terjadi luapan sungai. Jadi jembatannya masih ada, hanya terendam air,” ungkap Iwan.


Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


“Di tahun 2026 ini sudah kita anggarkan untuk pembangunan jembatan dan akan ditinggikan. Dengan begitu, ketika air kembali meluap, jembatan tidak lagi terendam dan aksesnya aman, tetap bisa dilalui masyarakat,” jelasnya



(Red/Yanto)