Realitanews.co.id | CILEGON – Kepedulian terhadap kesehatan mata pelajar terus digalakkan. Baznas Kota Cilegon bersama IROPIN Banten menggelar aksi sosial berupa cek mata dan pembagian kacamata gratis di SMP Negeri 5 Cilegon, Sabtu, (18/06/2026).
Wakil Ketua II Baznas Cilegon Habibie Abfat S.Pd.I., M.E., hadir bersama Wakil Ketua III H. Bambang Widiyatmoko S.KM., M.E. Ia menyebut ini program tahun kedua Baznas. "Hari ini kita mulai. Targetnya 500 kacamata untuk 5 sekolah. Tahun lalu sudah kita uji coba, tahun ini kita lanjutkan," kata Habibie.
Kuota 500 itu tidak dipusatkan di satu titik. "Pembagiannya kita serahkan ke koordinator masing-masing sekolah. Jadi adil. Tapi fokus kami bukan cuma bagi kacamata, ada juga penyuluhan cara menjaga mata," jelasnya.
Habibie menekankan, bantuan harus dibarengi pemahaman. "Kalau hanya dikasih kacamata tanpa edukasi, hasilnya kurang. Anak harus tahu cara pakai yang benar, jadwal kontrol, dan kebiasaan apa yang bikin mata cepat rusak," ujarnya.
Ketua IROPIN Banten Fetrik Livanos A.Md.RO., S.E., M.M., mengatakan SMPN 5 dipilih karena jumlah siswanya besar, 1330 orang. "Ini sekolah pertama. Berikutnya SMPN 6, lalu dua sekolah lain. Jadi total 4 sekolah yang akan kami datangi," ungkap Fetrik.
Tim optometris melakukan skrining bertahap. "Pertama cek kelainan refraksi. Lalu masuk tes subjektif buat cari ukuran lensa yang pas. Jadi benar-benar sesuai kebutuhan anak, tidak pukul rata," tegas Fetrik.
Hasil sementara, dari 35 siswa yang diperiksa hari ini, 15 anak terdeteksi punya gangguan. "Dari 15 itu kita pilih yang memang wajib pakai kacamata. Datanya kita kumpulkan dulu, baru kacamatanya kita produksi," jelasnya.
Fetrik juga titip pesan ke orang tua dan guru. "Kacamata harus dipakai rutin. Jangan dipakai pas pelajaran saja. Kontrol ulang 6 bulan sekali. Bisa ke klinik mata di Cilegon atau rumah sakit terdekat," katanya.
Soal penyebab gangguan mata pada anak, Fetrik menyorot gadget. "Anak-anak sekarang terlalu lama menatap layar jarak dekat. Itu pemicu minus. Makanya kita edukasi untuk batasi waktu layar dan jaga jarak baca," ujarnya.
Kepala SMPN 5 Cilegon, Dr. M. Asholahudin. mengapresiasi langkah Baznas dan IROPIN. "Kami ucapkan terima kasih. Program ini sangat membantu. Dengan begini siswa yang punya masalah penglihatan bisa tertangani, belajarnya jadi lebih nyaman," pungkasnya.
Asholahudin menyampaikan program ini sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. "Jumlah siswa kami 1330, dengan aktivitas belajar dan penggunaan gadget yang tinggi. Pemeriksaan mata seperti ini membantu kami mendeteksi lebih awal anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan," ujarnya.
Ia berharap kerja sama dengan Baznas dan IROPIN bisa berlanjut. "Kami siap mendukung penuh. Setelah kacamata dibagikan, guru BK dan wali kelas akan mengawal penggunaannya. Tujuannya supaya anak-anak rajin pakai, rajin kontrol, dan prestasi belajarnya meningkat," pungkasnya Asholahudin. (yayu)
