Realitanews.co.id | CILEGON – DPC PPP Kota Cilegon menuntaskan agenda Musyawarah Kerja Cabang II pada Minggu (7/6/2026). Forum yang digelar di Kantor DPC Ruko Jombang Business Centre ini mengangkat tema “Memperkuat Kader Bermartabat Menuju Suksesi 2029”.
Mukercab II dihadiri Ketua DPW PPP Banten H. Subadri Usuludin, Sekretaris DPW H. Ahmad Fauzi, pengurus DPC, serta seluruh PAC se-Kota Cilegon. Agenda utamanya: evaluasi kerja, penguatan struktur, dan persiapan menghadapi tahapan politik ke depan.
Ketua DPC H. Sahruji memaparkan hasil Mukercab. Salah satu poin penting yang disepakati adalah penjadwalan ulang Muscab. “Kami rekomendasikan Muscab dilaksanakan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap dan setelah Muswil provinsi selesai. Jaraknya paling lama tiga bulan dari Muswil,” jelas Sahruji.
Alasannya sederhana: taat aturan. Menurut Sahruji, DPW Banten saat ini masih fokus Mukerwil. Jadi DPC harus menyesuaikan agar tidak keluar dari koridor AD/ART dan PO partai. “Jangan sampai prosedural dilanggar. Kita tunggu putusan pengadilan sengketa DPP yang rencananya keluar akhir Juli,” katanya.
Soal legalitas kepengurusan, Sahruji memastikan DPC masih sah. “SK dari Ketum Suharso Monoarfa dan Sekjen Arwani Thomafi berlaku sampai November 2026. Tidak ada istilah transisi. Program partai jalan seperti biasa,” tegasnya.
Bukti kekompakan juga terlihat dari kehadiran. “Seluruh PAC dari 8 kecamatan hadir semua. Ini gambaran soliditas kader di akar rumput,” ujarnya. Ia pun menekankan capaian 5 kursi DPRD Cilegon adalah kerja bersama, bukan hasil individu.
Menutup Mukercab, Sahruji mengajak kader menjaga soliditas di tengah dinamika DPP. “Kunci kita jaga kekompakan. PPP Cilegon harus tetap jaya dan solid,” pesannya. Ia juga mempersilakan pihak yang berbeda pandangan untuk berdiskusi terbuka. “Kalau mau debat publik berbasis data, saya siap,” pungkasnya.(Red/Yayu).
