-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta, Siap Terapkan Filosofi Menyerang Cepat di JIS

Senin, 08 Juni 2026 | 17:46 WIB Last Updated 2026-06-08T10:46:28Z

 ‎


Realitanews.co.id | JAKARTA – Jagat sepak bola tanah air dihebohkan dengan kejutan besar dari Ibu Kota. Persija Jakarta secara resmi mengumumkan penunjukan Shin Tae-yong (STY) sebagai juru taktik baru mereka untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim depan.

Prosesi perkenalan pelatih asal Korea Selatan tersebut digelar secara megah di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin (08/06/2026). Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia ini membawa angin segar sekaligus ambisi besar bagi skuad Macan Kemayoran.


*Tantangan Baru dan Ambisi Juara di Level Klub*


Dalam sesi konferensi pers di JIS, Shin Tae-yong membeberkan alasannya menerima pinangan Persija. Setelah sekian lama fokus di level internasional, STY mengaku tertantang untuk merasakan atmosfer ketat di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.


"Motivasi saya adalah ingin mencari tantangan baru di Liga Indonesia, baik secara sistem kompetisi maupun dalam upaya mengembangkan sepak bola Indonesia dari sektor klub. Target utama saya di sini jelas, ingin mewujudkan mimpi para pendukung (The Jakmania) untuk melihat Persija menjadi juara. Tentu butuh perjuangan keras untuk bisa mewujudkan posisi terbaik bagi Persija," ujar Shin Tae-yong penuh optimis.


*Proses Adaptasi Cepat Bersama Mantan Anak Asuh*


Direktur Utama atau Ketua Persija, Panca, menyatakan keyakinan penuhnya terhadap penunjukan STY. Keberadaan sejumlah pemain Persija yang sudah familiar dengan gaya melatih STY di Timnas diprediksi akan memotong waktu adaptasi tim secara signifikan.


"Kita yakin semua ini harus berproses, namun dengan skuad yang ada sekarang—di mana beberapa di antaranya sudah pernah bekerja bersama Coach Shin—jadi proses adaptasi tentu akan jauh lebih cepat. Melalui pemilihan pemain yang tepat, semoga kita bisa mempercepat pencapaian tujuan klub," tutur Panca di hadapan awak media.


*Filosofi Menyerang Cepat dan Rencana Transfer Pemain*


Menariknya, STY juga mengungkapkan bahwa ia akan membawa perubahan radikal dalam gaya bermain Persija. Jika selama menangani Timnas Indonesia ia kerap menerapkan taktik pragmatis dan bertahan, bersama Persija ia siap memamerkan sepak bola modern yang atraktif.


"Filosofi saya sebenarnya adalah sepak bola menyerang. Di Timnas, karena lawan yang dihadapi sering kali jauh lebih kuat, kami harus bermain bertahan. Namun untuk di liga, kami akan berdiskusi dengan manajemen terlebih dahulu untuk mendatangkan pemain asing baru yang tepat, sehingga kami bisa menerapkan filosofi sepak bola menyerang yang cepat," jelasnya.


Ketika disinggung mengenai peluang memboyong para pemain berlabel Timnas yang pernah bekerja bersamanya, STY tidak menampik hal tersebut. Namun, ia tetap menghormati kontrak profesional para pemain dengan klub lamanya.


"Pasti ada niat untuk membawa pemain yang pernah bekerja sama dengan saya di Timnas, cuma kami harus melihat dulu apakah mereka masih terikat kontrak dengan tim lain atau tidak. Untuk beberapa pemain yang sudah kami incar, kebetulan mereka masih terikat kontrak, sehingga saya siap untuk menunggu," tambahnya.


*Fokus pada Menit Bermain Penggawa Muda*


Selain mengejar trofi juara, Shin Tae-yong juga membawa misi mulia untuk mematangkan talenta lokal. Ia menegaskan bahwa kemajuan sepak bola Indonesia secara keseluruhan sangat bergantung pada regenerasi pemain muda yang diberi kesempatan di kompetisi domestik.


"Mengenai pengembangan untuk pemain muda, mereka sangat butuh menit bermain yang banyak di Liga Indonesia. Jika talenta muda terus diberi kesempatan dan kepercayaan di level klub, otomatis sepak bola Indonesia ke depannya akan jauh lebih maju," pungkas pelatih berusia 55 tahun tersebut.


Bergabungnya Shin Tae-yong ke Persija Jakarta dipastikan akan membuat peta persaingan Liga 1 musim depan menjadi jauh lebih menarik dan dinantikan oleh seluruh pencinta sepak bola tanah air.(Asep Ikhsan Taufik)